Pengunjung

Translate

Cari Blog Ini

Memuat...

Selasa, 15 Februari 2011

Membentuk Karya Tiga Dimensi


 
Membentuk Karya Tiga Dimensi

1. Membentuk dengan tanah liat
a.  Teknik  pijit        /  pinch,  teknik  ini  merupakan  teknik  yang  paling sederhana dalam mengerjakan tanah liat, karena tidak memerlukan alat bantu  yang  banyak,  tetapi  cukup  dengan  tangan.  Tanah  liat  dapat dibentuk dengan memijit-mijitnya menjadi sebuah bentuk. Namun untuk menghaluskan  permukaannya  diperlukan  alat  bantu  seperti  alat  butsir, spon dan sebagainya.


b.  Teknik  Lempeng  slab,  dalam  teknik  ini  tanah  liat  dibuat  lempeng terlebih  dahulu  dengan  menggunakan  rol  kayu.  Selanjutnya  setelah mencapai ketebalan tertentu, tanah liat dipotong dengan pisau khusus dan  bentuknya  disesuaikan  dengan  bentuk  yang  akan  dibuat.  Untuk menyambung potongan itu digunakan tanah liat cair.  
                                                                       
c. Teknik Pilin coil, dengan teknik ini terlebih dahulu tanah liat dibuat pilin.  Untuk  membuat  bentuk  yang  dinginkan,  pilin  tanah  liat  itu ditempatkan secara tumpang berdasar bentuk yang akan dibuat.    Agar pilin  itu  melekat  perlu  ditekan  dengan  jari  dan  selanjutnya  diratakan dengan memukul-mukulnya pakai kayu

d.Teknik Putar, teknik ini paling sulit dibanding teknik lainnya, sebab  alat yang digunakan harus dapat dikuasai dan dikoordinasikan dengan tangan  secara  baik.  Sebelum  dikerjakan  tanah  liat  harus  dipadatkan dahulu  dengan  meremas  dan  menekan  berulang  kali  yang  tujuannya untuk  menghilangkan  udara  dalam tanah.  Kemudian  tanah  liat  itu ditempatkan di tengah-tengah alat putar, lalu kedua tangan yang basah diletakkan  pada  tanah  liat  itu  .  Selanjutnya  alat  diputar  dan  tanah  liat dibentuk oleh tangan dengan menekan dan menariknya ke atas.

2. Membentuk dengan bahan keras

a.  Kayu,  hampir  seluruh  kebudayaan  masyarakat  menggunakan  kayu sebagai  bahan  untuk  produk  seni  rupa  dan  kriya.  Hal  ini  disebabkan, hampir  di  seluruh  penjuru  dunia  ada  kayu.    Tingkat  kekerasan  kayu bermacam-macam, namun demikian, kayu relatif mudah dibentuk dengan menggunakan  gergaji,  pahat,  dan  ketam  dalam membuat  benda  seni rupa dan kriya seperti patung, mainan anak, perabot rumah tangga dan sebagainya.
b. Batu, karya seni rupa yang menggunakan batu biasanya dalam wujud patung  dan  relief.  Bahan  batu  jenisnya  bervariasi,  ada  batu  pualam, marmer, onix dan batu kali. Sejak zaman dahulu batu telah digunakan untuk  membuat  benda-benda  yang  berhubungan  dengan  ritual.  Pada zaman  purba  batu  digunakan  untuk  alat  potong  seperti  kapak,  untuk membuat  benda  pemujaan  nenek  moyang,  kemudian  berkembang menjadi wujud lingga dan yoni. Oleh karena bahannya tahan lama maka
karya-karya  dengan  bahan  ini  menjadi  tidak  lekang  dimakan  waktu.
c. Logam, ada beberapa nama bahan logam yang kekerasannya juga bertingkat  yaitu:  aluminium,  besi,  baja,  tembaga,  perunggu,  kuningan, nikel, emas, perak dan platina. Bahan-bahan ini dalarn pembentukannya dapat langsung ditekuk, dikenteng, disambung dengan las maupun harus dicairkan untuk keperluan teknik cor. Bahan logam cukup tahan lama, misalnya  perunggu,  tembaga,  kuningan,  perak  dan  emas  adalah  jenis logam  yang  anti  karat  sehingga  karya-karya  dengan  bahan  ini  tahan berabad-abad dan tidak rusak.























































Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Entri Populer

Ada kesalahan di dalam gadget ini

Share it