Rabu, 27 Oktober 2021

TAHAPAN APRESIASI SENI

 

Tahap-Tahap Apresiasi Seni

Paling tidak ada lima tahap dalam apresiasi seni. Kegiatan-kegiatan yang dilakukan dalam apresiasi seni meliputi :

a. Persepsi
Pada kegiatan persepsi kita mengenali atau mengidentifikasi bentuk-bentuk karya seni akan kita apresiasi, misalnya, mengenalkan tari-tarian, musik, rupa, dan teater , baik tradisional, maupun modern. Pada kegiatan persepsi kita dapat mengarahkan dan meningkatkan kemampuan dengan mengidentifikasi bentuk seni.

b. Pengetahuan
Pada tahap ini pengetahuan sebagai dasar dalam mengapresiasi baik tentang sejarah seni yang diperkenalkan, maupun istilah-istilah yang biasa digunakan di masing-masing bidang seni.

c. Pengertian
Pada tahap ini, kita menerjemahkan tema ke dalam berbagai wujud seni, berdasarkan pengalaman, dalam kemampuannya dalam merasakan seni.

d. Analisis
Pada tahap ini, kita mulai mendeskripsikan salah satu bentuk seni yang sedang dipelajari, menafsir objek yang diapresiasi.

e. Penilaian
Pada tahap ini, lebih ditekankan pada penilaian tehadap karya-karya seni yang diapresiasi, baik secara subyektif maupun obyektif.

f. Apresiasi
Tahap apresiasi  terdiri dari tiga hal; value (nilai), empathy dan feeling. Value adalah kegiatan menilai suatu keindahan seni, pengalaman estetis dan makna / fungsi seni dalam masyarakat. Sedangkan empathy, kegiatan memahami, dan menghargai. Sementara feeling, lebih pada menghayati karya seni, sehingga dapat merasakan kesenangan pada karya seni.

Itulah beberapa tahapan dalam melakukan apresiasi seni.

Selasa, 26 Oktober 2021

SENI RUPA 2 DIMENSI

 


PENGANTAR SENI RUPA 2 DIMENSI

Seni merupakan salah satu pemanfaatan budi dan akal untuk menghasilkan karya yang dapat menyentuh jiwa spiritual manusia. Karya seni merupakan suatu wujud ekspresi yang bernilai dan dapat dirasakan secara visual maupun audio. Seni terdiri dari musik, tari, rupa, dan  drama/sastra.  Seni  rupa  merupakan  ekspresi  yang  diungkapkan  secara  visual  dan terwujud nyata (rupa).

 Seni  rupa  adalah  cabang  seni  yang  membentuk  karya  seni  dengan  media yang  bisa ditangkap  mata  dan  dirasakan  dengan  rabaan.  Kesan  ini diciptakan  dengan  mengolah konsep  garis,  bidang,  bentuk,  volume,  warna,  tekstur,  dan  pencahayaan  dengan  acuan estetika.

Pengertian seni rupa 2 dimensi adalah suatu karya seni yang hanya memiliki dua ukuran, yaitu panjang dan lebar. Oleh karena hanya memiliki dua ukuran, karya seni rupa 2 dimensi tidak memiliki ruang. Berbeda dari seni rupa 3 dimensi, karya seni rupa 2 dimensi tidak mempunyai ketebalan atau ketinggian. Seni rupa dua dimensi biasanya diwujudkan dalam bentuk gambar di atas permukaan yang datar seperti kertas, kanvas, kayu, dan lain sebagainya.

Contoh Seni Rupa 2 Dimensi

Banyak sekali contoh seri rupa 2 dimensi yang bisa ditemui bentuk karyanya di kehidupan sehari-hari. Ia bisa berupa karya seni rupa yang mengandung unsur keindahan maupun memiliki fungsi kegunaan tertentu. Sejumlah contoh seni rupa 2 dimensi adalah lukisan, poster, foto, banner, logo, kaligrafi, batik, mozaik, dan karikatur. Gambar, seni grafis (stempel, sablon), brosur dan lain sebagainya juga termasuk contoh seni rupa 2 dimensi.

Berdasar bentuk atau dimensinya, dapat diketahui apa saja yang termasuk dalam daftar contoh karya seni rupa 2 dimensi. Maka itu, semua karya yang yang digambar di atas permukaan datar, seperti kanvas, kertas, plastik dan papan kayu, dapat digolongkan sebagai seni rupa 2 dimensi. Semuanya hanya memiliki ukuran panjang dan lebar. Misalnya, gambar, merupakan contoh karya seni rupa 2 dimensi yang digambar menggunakan media datar dengan pensil. Lalu, lukisan adalah karya seni rupa 2 dimensi yang dilukis menggunakan pewarna, bisa di media kertas, kanvas, kain, dan bidang datar lainnya. Contoh lain, seni grafis, yakni karya seni rupa 2 dimensi yang dibuat melalui cetakan, seperti cetakan kayu, stempel atau sablon. 

Ada juga karya seni rupa 2 dimensi dari jenis Desain Komunikasi Visual. Adapun desain komunikasi visual adalah desain grafis yang dibuat dengan manual maupun menggunakan aplikasi komputer, lalu dicetak di atas kertas atau media lainnya menggunakan printer. Misalnya: brosur, banner, hingga website.

Unsur-Unsur Seni Rupa 2 Dimensi

Unsur seni rupa adalah unsur-unsur visual yang dapat dilihat wujudnya yang digunakan untuk membentuk karya seni. Wujud atau unsur-unsur seni rupa tersebut berupa garis, bidang, bentuk, warna, tekstur, nada gelap- terang, dan ruang.

1 . Garis

Garis terbentuk melalui goresan atau tarikan dari titik yang satu ke titik yang lain. Bermacam bentuk garis, yaitu garis lurus, garis lengkung, garis putus-putus, garis tak beraturan, dan lain-lain. Setiap garis tersebut dapat menimbulkan kesan yang beragam yang dinamakan sifat garis. Misalnya, garis lurus dapat mengesankan kaku, tegas, dan keras.

2 . Bidang

Bidang berupa permukaan yang datar. Suatu garis yang dipertemukan ujung pangkalnya akan membentuk bidang, baik bidang geometrik (segitiga, persegi, dan persegi panjang) maupun bidang organik (lengkung bebas). Bidang juga mempunyai sifat yang beragam sesuai bentuknya.

3 . Bentuk

Bentuk terjadi melalui penggabungan unsur bidang. Misalnya, sebuah kotak terwujud dari empat sisi bidang yang disatukan. Kesan dan sifat suatu benda lebih ditentukan oleh nada gelap-terang, warna, dan tekstur benda. Misalnya, benda bertekstur kasar memberi kesan berat daripada yang bertekstur halus..

4 . Warna

Ada tiga jenis warna dasar, yaitu merah, kuning, dan biru. Dari ketiga warna tersebut, dapat diperoleh ber- bagai jenis warna melalui proses pencampuran. Warna dapat memberikan kesan tertentu. Ada warna muda dan warna tua, warna terang dan warna gelap, serta warna redup dan warna cerah. Warna gelap cenderung memberi kesan berat, sebaliknya warna terang dapat memberi kesan ringan.

5 . Tekstur

Tekstur adalah permukaan suatu benda, ada yang halus ada yang kasar. Tekstur kasar, misalnya terdapat pada batang kayu, daun, dan batu. Tekstur halus, misalnya kaca, plastik, dan kertas. Dalam penggambaran bentuk benda, tekstur bisa mengesankan bobot ringan dan berat.

6 . Nada gelap-terang

Benda yang tertimpa cahaya (secara langsung atau tidak langsung), ada sisi yang gelap dan ada sisi yang terang. Penggambaran bentuk benda yang baik, salah satunya ditentukan oleh kelihaian menentukan sisi gelap dan sisi terang secara tepat.

7. Ruang

Dalam seni bangunan, ruang terbentuk atas dua atau beberapa dinding yang berjarak. Ruang juga bisa berupa rongga yang terdapat dalam seni patung. Ruang di alam nyata dinamakan ruang nyata. Ruang yang diwujudkan dalam gambar dinamakan ruang khayalan (imajiner).


Rabu, 18 November 2020

Kamis, 06 Februari 2020

LATIHAN SOAL KELAS X (APRESIASI SENI)


Pilihlah salah satu jawaban dari pertanyaan-pertanyaan dibawah ini yang anda anggap paling benar !

1.       Kegiatan menikmati, menghayati, dan merasakan suatu objek karya seni merupakan proses dalam mengapresiasi seni. Tujuan puncak dari kegiatan apresiasi seni yang paling tepat adalah berikut ini.
A.     Meningkatkan kreatifitas dalam berkarya seni
B.     Mengenal bentuk-bentuk seni dan budaya nusantara
C.     Menjadi tahu, apa, bagaimana dan alasan karya seni diciptakan
D.    Menimbulkan motivasi untuk menambah karya seni baru
E.     Mendatangkan keuntungan secara finansial bagi seniman
2.      Setiap kita akan mengapresiasi setidaknya harus melalui tahap-tahap tertentu. Susunlah langkah-langkah dalam mengapresiasi karya seni berikut ini dengan benar.
Analisis – Persepsi – Pengertian – Penilaian – Pengetahuan
A.     Persepsi – Pengetahuan – Penilaian – Analisis – Pengertian
B.     Pengetahuan – Persepsi - Pengertian – Penilaian – Analisis
C.     Pengertian – Pengetahuan – Analisis – Penilaian – Persepsi
D.    Analisis – Persepsi – Pengetahuan – Pengertian – Penilaian
E.     Persepsi – Pengetahuan – Pengertian – Analisis - Penilaian
3.      Pengenalan karya-karya seni nusantara seperti tari-tarian, musik, rupa maupun teater kepada siswa dan siswi sekolah sejak dini merupakan sebuah tahapan dalam apresiasi seni yaitu…..
A.     Pengertian
B.     Pengetahuan
C.     Persepsi
D.    Penilaian
E.     Analisis
4.      Manakah kegiatan-kegiatan dibawah ini yang termasuk dalam tahapan analisis apresiasi suatu karya seni ?
A.     Pengenalan bentuk-bentuk karya seni nusantara seperti rupa, teater, music dan tari di Indonesia
B.     Memberikan penilaian kualitas sebuah karya seni nusantara
C.     Mempelajari istilah-istilah serta sejarah masing-masing seni
D.    Mendeskripsikan, mengklasifikasikan, menafsir objek karya seni yang sedang diamati
E.     Meningkatkan pemahaman terhadap sebuah karya seni melalui proses pembuatannya
5.      Salah satu manfaat melakukan kegiatan apresiasi seni terutama bagi siswa-siswi di sekolah antara lain.
A.     Sebagai sarana untuk melakukan penilaian, penikmatan, empati, hiburan dan edukasi
B.     Menimbulkan hubungan timbal balik yang setara antara sang seniman dengan penikmatnya
C.     Meningkatkan motivasi berkarya seni yang lebih tinggi
D.    Memupuk kecintaan terhadap salah satu seni saja
E.     Membuat siswa dan siswi sekolah menjadi ahli dalam bidang seni
6.      Seseorang yang awam dalam pengetahuan seni sedang mengamati sebuah lukisan dan mengekspresikan karya tersebut berdasarkan indera penglihatannya semata. Hal ini menunjukkan bahwa orang tersebut melakukan apresiasi seni jenis…..
A.     Estetik
B.     Empatik
C.     Kritik
D.    Problematik
E.     Aplikatif
7.      Apabila seorang profesional dalam bidang seni dengan didukung pengetahuannya yang mendalam tentang seni sedang mengulas sebuah karya seni maka ulasannya tersebut merupakan apresiasi jenis…
A.     Aplikatif
B.     Empatik
C.     Estetik
D.    Problematik
E.     Kritik
8.     Perbedaan utama antara apresiasi estetik dengan apresiasi kritik adalah….
A.     Apresiasi kritik hanya menitikberatkan pada keindahan indrawi saja sedangkan apresiasi estetik menghayati seni lebih dalam
B.     Apresiasi kritik menghayati karya seni secara mendalam sedangkan apresiasi estetik melakukan apresiasi berdasarkan keilmuan
C.     Apresiasi estetik mendeskripsikan sebuah karya hanya berdasarkan bentuk dan jenisnya saja sedangkan apresiasi kritik memgulas karya dari segi keindahannya saja
D.    Apresiasi estetik membahas karya seni berdasarkan pengamatan secara mendalam mengenai keindahannya sedangkan apresiasi kritik membahas karya seni melalui keilmuan seperti mendeskripsikan, klasifikasi, analisis, serta evaluasi
E.     Apresiasi kritik mengulas karya seni yang negative atau buruknya saja sedangkan apresiasi estetik mengulas karya seni yang positifnya atau baiknya saja
9.      Profesor Brent G. Wilson berpendapat bahwa ada tiga domain utama dalam apresiasi seni yang masing-masing memiliki perbedaan pengertian. Salah satu domain dalam apresiasi seni adalah valuing ojektif yaitu….
A.     Penilaian berdasarkan fakta, jenis dan bentuk karya seni itu sendiri
B.     Penilaian berdasarkan pendapat para apresiator mengenai tafsiran sebuah karya seni
C.     Penilaian berdasarkan inderawi penikmat seni saja
D.    Penilaian berdasarkan perasaan penikmat seni dalam mengulas karya
E.     Penilaian berdasarkan keilmuan dan kepakaran apresiator
10.  Jika dalam mengapresiasi sebuah karya seni sudah dalam taraf memberikan respek atau penghormatan dan penghargaan pada dunia seni dan profesinya maka hal ini termasuk dalam domain…..
A.     Valuing Objektif
B.     Valuing Subjektif
C.     Emphazing
D.    Feeling
E.     Analizing
11.   Penghayatan sebuah karya seni sehingga menimbulkan perasaan senang terhadap seni termasuk domain ……… menurut Brent G. Wilson  
A.     Feeling
B.     Emphazing
C.     Valuing Subjektif
D.    Valuing Positif
E.     Analizing
12.  Seni rupa di nusantara memiliki sejarah dan perkembangan tersendiri yang dimulai dari masa prasejarah, masa klasik, dan masa Islam. Bentuk seni rupa paling awal di nusantara adalah lukisan tapak tangan, binatang buruan dan lain sebagainya dan ini menunjukkan bahwa….
A.     Masyarakat Indonesia baru mengenal seni rupa pada jaman hindu-budha
B.     Masyarakat Indonesia sudah mengenal seni rupa sejak jaman purba dengan dikenalnya bentuk-bentuk seni rupa primitive
C.     Masyarakat Indonesia sangat mudah menerima pengaruh-pengaruh dari luar
D.    Masyarakat Indonesia sejak jaman dulu selalu dekat dengan alam sehingga melukiskan kondisi keseharian pada saat itu
E.     Masyarakat Indonesia selalu menolak pengaruh luar terutama terlihat dari seninya
13.  Berikut ini adalah contoh bentuk-bentuk seni rupa yang menjadi ciri khas daerahnya masing-masing
A.     Batik dengan motif mega mendung berasal dari Cirebon
B.     Keris berasal dari daerah Dayak
C.     Patung Asmat merupakan ciri khas ukiran Jepara
D.    Kain Songket merupakan pakaian khas masyarakat Batak
E.     Kain Ulos berasal dari daerah Papua
14.  Manakah ciri-ciri teater tradisional nusantara berikut ini yang benar ?
A.     Memakai naskah dalam pementasannya
B.     Menggunakan tata pentas untuk pergelarannya
C.     Terdapat hubungan yang erat antara pemain dengan penonton
D.    Dimainkan secara serius tanpa humor karena untuk upacara
E.     Dimainkan didalam gedung teater
15.   Tari tradisional nusantara yang menekankan keluwesan dalam gerak menjadi ciri khas tarian dari daerah….
A.     Sumatra Barat
B.     Papua
C.     Bali
D.    Jawa Tengah
E.     Aceh

Jawablah pertanyaan berikut dengan baik dan benar !
1.       Apakah yang dimaksud dengan seni music tradisional ?
2.      Tuliskan 4 fungsi seni music tradisional nusantara !
3.      Berikanlah ulasan secara singkat mengenai salah satu karya seni nusantara yaitu seni rupa, seni music, seni teater, seni tari nusantara berdasarkan ciri khasnya! (masing-masing satu karya seni. Contoh : Keris (Jawa), Lenong (Betawi), Tari Saman (Aceh), Gondang (Batak) )


Rabu, 29 Januari 2020

APRESIASI SENI


Kegiatan apresiasi seni di Galeri Nasional (Dok. pribadi)

Apakah yang dimaksud dengan apresiasi itu ? Apresiasi asal katanya dari bahasa Latin yaitu ‘Apreciatio’ yang artinya adalah menghargai. Kata ini kemudian diserap oleh bahasa Inggris menjadi ‘appreciate’ yaitu berarti menyadari, memahami, menghargai dan menilai. Dalam hal ini penghargaan dinilai secara positif terhadap sesuatu. Sedangkatan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) maka kata apresiasi merujuk pada penilaian yang baik dan penghargaan, misalnya pada karya-karya sastra atau karya seni. Dengan demikian maka dapat disimpulkan secara umum bahwa obyek yang diapresiasi dalam konteks ini adalah karya-karya seni dan sastra. Secara terminologi atau istilah apresiasi seni adalah proses penilaian atau penghargaan positif yang dilakukan oleh seseorang terhadap suatu karya seni. Orang yang melakukan apresiasi disebut apresiator.
Beberapa ahli mencoba mendefinisikan tentang apresiasi yang tentu saja pada umumnya objeknya adalah seni. Pendapat-pendapat tersebut diantaranya adalah :

1.      Verbeek
Menurut Verbeek pengertian apresiasi adalah kesadaran menilai lewat penghayatan suatu karya seni dengan memberdayakan seluruh pribadi yang melibatkan perasaan, pengalaman, keinginan dan anggapan seseorang.

2.     Hornby
Apresiasi adalah pengenalan dan pemahaman yang tepat, pertimbangan, penilaian dan pernyataan yang memberikan penilaian

3.     Prayogi
Apresiasi adalah semua aktivitas memberikan penghargaan yang dilakukan sebagai hasil penggunaan, peresapan, dan penilaian seseorang terhadap suatu karya sastra ataupun karya seni tertentu.

Secara umum jenis apresiasi dibedakan menjadi tiga kelompok. Adapun ketiga jenis apresiasi tersebut adalah :

1.      Apresiasi Empatik
Merupakan aktivitas menilai atau menghargai suatu karya seni hanya sebatas pengamatan inderawi saja. Misalnya penilaian karya seni hanya melibatkan indera penglihatan saja seperti menilai lukisan dari apa yang dilihat sang apresiator

2.     Apresiasi Estetik
Merupakan kegiatan menilai atau menghargai keindahan suatu karya seni dengan melibatkan pengamatan mendalam disertai penghayatan.

3.     Apresiasi Kritik
Merupakan kegiatan menilai atau menghargai karya seni dengan melibatkan deskripsi, klasifikasi, analisis, tafsiran, evaluasi dan penghargaan. Dengan demikian apresiasi kritik hanya bisa dilakukan oleh orang yang memang ahli di bidang seni

Seorang pakar pendidikan dari Universitas Colorado Denver, Amerika Serikat yang bernama Brent G. Wilson mencoba membahas domain utama dalam apresiasi seni terutama seni rupa dalam bukunya “Evaluation of Learning in Art Education”. Ada tiga domain utama dalam apresiasi seni yaitu :

1.      Feeling
      Yang berkaitan dengan perasaan mengenai suatu keindahan

2.     Valuing
      Yang berkaitan dengan penilaian suatu karya seni dalam hal ini bisa bersifat objektif dan subjektif

3.     Emphatizing
Yang berkaitan dengan penghormatan dan penghargaan terhadap dunia seni dan profesinya seperti pelukis, pematung, pemahat, pendesain dan lain sebagainya

Apakah manfaat kita mempelajari apresiasi seni ? Setiap kita mempelajari sesuatu maka haruslah ada manfaat yang diambil dari materi tersebut. Adapun manfaat kita mengapresiasi seni antara lain :

1.       Mengenal suatu bentuk karya seni dari segala sisi
2.      Memupuk kecintaan kita terhadap karya seni
3.      Sebagai sarana untuk melakukan penilaian, penikmatan, empati, hiburan, edukasi
4.      Menimbulkan hubungan timbal balik antara penikmat karya seni dengan pencipta karya seni
5.      Mendapat pengalaman dan ilmu baru

Referensi :
Buku seni budaya jilid 1 Kemdikbud 2008

MATERI AJAR GAMBAR BENTUK

 Oleh : Ridwan (guru Seni Budaya SMKN 7 Jakarta) Menggambar bentuk merupakan  cara menggambar dengan meniru  obyek dengan mengutamakan  kemi...