Pengunjung

Translate

Cari Blog Ini

Memuat...

Selasa, 15 Februari 2011



SENI RUPA

Pengantar

        Kemampuan  bidang  estetika  dan  budaya  seakan  dikesampingkan pada   kondisi   sistem   pendidikan   nasional   saat   ini,   karena   lebih mengutamakan  pengembangan  kemampuan  dibidang  ilmu  pengetahuan, teknologi, dan matematika. Hal ini kurang mendukung upaya pembentukan kwalitas kepribadian manusia Indonesia yang diharapkan. Peran pendidikan seni  merupakan  salah  satu  kemampuan  dibidang  estetika  yang  dapat mewujudkan manusia seutuhnya.

          Seni  merupakan  salah  satu  pemanfaatan  budi  dan  akal  untuk menghasilkan karya yang dapat menyentuh jiwa spiritual manusia. Karya seni merupakan suatu wujud ekspresi yang bernilai dan dapat dirasakan secara visual maupun audio. Seni terdiri dari musik, tari, rupa, dan   drama/sastra. Seni rupa merupakan ekspresi yang diungkapkan secara visual dan terwujud nyata (rupa).

          
 Bagan 5.1. Cabang-cabang Seni Rupa berdasarkan perkembangan saat ini

 Seni rupa modern terbagi atas dua kelompok besar yaitu seni murni dan seni terapan. Seni terapan terdiri dari desain dan kriya. Desain dan Kriya bertujuan untuk mengisi kebutuhan masyarakat akan bidang estetis terapan. Perkembangan  keilmuan  seni  rupa  dalam  beberapa  tahun  terakhir  ini mengalami perluasan ke arah wahana besar yang kita kenal sebagai budaya rupa (visual culture). Lingkup sesungguhnya tidak hanya cabang-cabang seni rupa yang kita kenal saja, seperti lukis, patung, keramik, grafis dan kriya, tapi juga meliputi kegiatan luas dunia desain dan kriya  (kerajinan), multimedia, fotografi. Bahkan muncul pula teori dan ilmu sejarah seni rupa, semantika produk, semiotika visual, kritik seni, metodelogi desain, manajemen desain, sosiologi desain, dan seterusnya.
         Dalam kehidupan seni rupa modern, dari dua kelompok besar seni murni dan seni terapan, terdapat pembagian tiga jenis seni rupa yang telah lazim, yaitu seni murni, desain, dan kriya.


1. Seni Murni

          Seni rupa murni lebih mengkhususkan diri pada proses penciptaan karya  seninya  dilandasi  oleh  tujuan  untuk  memenuhi  kebutuhan  akan kepuasan  batin  senimannya.Seni  murni  diciptakan  berdasarkan  kreativitas dan ekspresi yang sangat pribadi  (lukis, patung, grafis, keramik  ). Namun dalam hal tertentu, karya seni rupa murni itu dapat pula diperjualbelikan atau memiliki fungsi sebagai benda pajangan dalam sebuah ruang.

a. Seni  lukis  salah  satu  jenis  seni  murni  berwujud  dua  dimensi  pada umumnya dibuat di atas kain kanvas berpigura dengan bahan cat minyak, cat akrilik, atau bahan lainnya.

b. Seni patung salah satu jenis seni murni berwujud tiga dimensi. Patung dapat  dibuat  dari  bahan  batu  alam,  atau  bahan-bahan  industri  seperti logam,serat gelas, dan lain-lain.

c  Seni Grafis merupakan seni murni dua dimensi dikerjakan dengan teknik cetak  baik  yang  bersifat  konvensional  maupun  melalui  penggunaan teknologi canggih.
Teknik cetak konvensional antara lain :
 1) Cetak Tinggi ( Relief Print ) : wood cut print, wood engraving print, lino cut print, kolase
      print ;
 2) Cetak Dalam ( Intaglio ) : dry point, etsa, mizotint,sugartint ;
 3) Sablon  ( silk screen  ).
Teknik Cetak dengan teknologi modern, misalnya offset dan digital print.

d. Seni keramik termasuk seni murni tiga dimensi sebagai karya bebas yang tidak terikat pada bentuk fungsional.
 


2.  Desain

          Di  zaman  modern  segala  benda  dan  bangunan  yang  dibutuhkan manusia,  umumnya  merupakan  karya  desain,  baik  dengan  pendekatan estetis, maupun pendekatan fungsional. Istilah desain mengalami perluasan makna, yaitu sebagai kegiatan manusia yang berupaya untuk memecahkan masalah kebutuhan fisik.

Berbeda dengan karya seni murni, desain merupakan suatu aktivitas yang bertitik tolak dari unsur-unsur obyektif dalam mengekspresikan gagasan visualnya. Unsur-unsur obyektif suatu karya desain adalah adanya unsur (teknologi), estetika (gaya visual), prinsip sains (kebutuhan  masyarakat),  produksi (industri),  bahan           (fisika), pasar (sumber  daya  alam), (Sikap,  mentalitas,  aturan,  gaya  hidup),  dan  lingkungan (social). Unsur  objektif  yang  menjadi  pilar  sebuah  karya  desain  dapat  berubah tergantung jenis desain dan pendekatan.

Cabang-cabang desain yang kita kenal antara lain ada di bawah ini :

a. Desain Produk (Industrial Design)

          Desain  produk  adalah  cabang  seni  rupa  yang  berupaya  untuk memecahkan persoalan kebutuhan masyarakat akan peralatan dan benda sehari-hari untuk menunjang kegiatannya, seperti : mebel, alat rumah tangga, alat transportasi, alat tulis, alat makan, alat kedokteran, perhiasan, pakaian, sepatu,  pengatur  waktu,  alat  kebersihan,  cindera  mata,  kerajinan,  mainan anak, bahkan perkakas pertukangan.


b. Desain Grafis/ Desain Komunikasi Visual

          Desain  grafis  adalah  bagian  dari  seni  rupa  yang  berupaya  untuk memecahkan kebutuhan  masyarakat  akan  komunikasi  rupa  yang  dicetak, seperti  poster,  brosur,  undangan,  majalah,  surat  kabar,  logo  perusahan, kemasan,  buku,  dan  bhkan  juga  cerita  bergambar  (komik),  ilustrasi,  dan krikatur,. Desain grafis kemudian mengalami perkembangan sejalan dengan kebutuhan  masyarakat.  Kini  cabang  seni  rupa  ini  dikenal  dengan  nama desain   komunikasi   visual   dengan   penambahan   cakupannya   meliputi multimedia dan fotografi.


c. Desain arsitektur

          Terdapat  dua  pandangan  yang  berbeda  terhadap  dunia  arsitektur. Yakni,  pandangan  yang  menempatkan  arsitektur  sebagai  bidang  keahlian teknik (keinsinyuran) dan pandangan yang menempatkan arsitektur sebagai bagian dari seni. Secara umum, desain asitektur adalah suatu kegiatan yang berupaya untuk memecahkan akan kebutuhuhan hunian masyarakat yang indah  dan  nyaman.  Seperti  rumah  tinggal,  perkantoran,  sarana  relaksasi, stadion  olah  raga,  rumah  sakit,  tempat  ibadah,  bangunan  umum,  hingga bangunan industri.


d. Desain interior

          Desain Interior adalah suatu cabang seni rupa yang berupaya untuk memecahkan kebutuhan akan ruang yang nyaman dan indah dalam sebuah hunian, seperti ruang hotel, rumah tinggal, bank, museum, restoran, kantor, pusat hiburan, rumah sakit, sekolah, bahkan ruang dapur dan kafe. Banyak yang berpandangan bahwa desain interior merupakan bagian dari arsitektur dan  menjadi  kesatuan  yang  utuh  dengan  desain  tata  ruang  secara keseluruhan. Namun, pandangan ini berubah ketika profesi desain interior berkembang   menjadi   ilmu   untuk   merancang   ruang   dalam   dengan pendekatan-pendekatan keprofesionalan.

          Dunia  desain  berkembang  sejalan  dengan  kemajuan  kebudayaan manusia. Masyarakat juga mengenal desain multimedia. Cabang desain ini berkembang  sejalan  dengan  tumbuhnya     teknologi  komputer  dan  dunia pertelevisian.


3.  Kriya

          Perkembangan  dalam  dunia  seni  rupa,  adalah  munculnya  kriya sebagai  bagian  tersendiri  yang  terpisah  dari  seni  rupa  murni.  Jika sebelumnya kita mengenal istilah   seni kriya sebagai bagian dari seni murni, kita mengenal istilah kriya atau ada pula yang menyebutnya kriya seni. Kriya merupakan  pengindonesiaan  dari  istilah  Inggris  Craft,  yaitu  kemahiran membuat produk yang   bernilai artistik dengan keterampilan tangan, produk yang dihasilkan umumnya eksklusif dan dibuat tunggal, baik atas pesanan ataupun  kegiatan  kreatif  individual.  Ciri  karya  kriya  adalah  produk  yang memiliki  nilai  keadiluhungan  baik  dalam   segi  estetik  maupun  guna. Sedangkan  karya  kriya  yang  kemudian  dibuat  misal  umumnya  dikenal sebagai barang kerajinan.






Sumber Bahan : Seni Budaya Jilid 2 (Sri Hermawati Dwi Arini. Dkk,BSE)

1 komentar:

  1. ijinkan sy me link web anda...mudah mudahan...bermanfaat....makasih

    BalasHapus

Entri Populer

Ada kesalahan di dalam gadget ini

Share it