Kamis, 16 Agustus 2018

TEKNIK MUNCUL DI PANGGUNG (Bagian 2)

Oleh Eko Santosa
Selain pembagian area panggung, pemeran juga perlu memahami dasar-dasar posisi tubuh di atas panggung. Mungkin sutradara satu dengan yang lainnya memiliki istilah berbeda serta mengembangkan sendiri bentuk posisi tubuh untuk mendapatkan efek artistik yang diinginkan. Namun secara mendasar Snyder dan Drumsta (1986:10) membedakan posisi tubuh pemeran di atas panggung menjadi 5 (lima) posisi dalam kaitannya dengan arah hadap ke penonton.
1.      Full front (frontal depan) adalah posisi tubuh dan wajah pemeran menghadap ke penonton
2.     Full back (frontal belakang) adalah posisi pemeran sepenuhnya membelakangi penonton
3.    One-quarter (seperempat) adalah posisi pemeran 45 derajat dari arah hadap penonton atau 45 derajat dari posisi frontal depan
4.  Profile (profil) adalah posisi pemeran 90 derajat atau setengah putaran dari arah hadap penonton sehingga seluruh tubuh bagian samping terlihat
5.  Three-quarter (tiga per empat) adalah posisi 45 derajat dari frontal belakang sehingga hanya sedikit sekali bagian wajah pemeran yang terlihat oleh penonton.
Pemahaman area panggung dan posisi tubuh pemeran seperti tersebut di atas perlu dilatihkan agar pemeran terbiasa dan membuat jalannya latihan berikutnya menjadi lancar. Di bawah ini adalah beberapa latihan yang dapat diterapkan terkait area panggung dan posisi tubuh pemeran.
1.Satu orang berada di panggung tengah dan bergerak mengikuti instruksi yang diberikan terkait area panggung.
·         Belakang kanan
·         Depan kiri
·         Belakang tengah
·         Depan kanan
·         Tengah kanan
·         Tengah kiri
·         Belakang kiri
·         Depan tengah

Latihan ini perlu dilakukan berulang bagi setiap pemeran sehingga pada nantinya semua pemeran benar-benar memahami area panggung dengan baik.
2.Latihan area panggung dikombinasikan dengan posisi tubuh.
·         Tengah kanan – frontal depan
·         Depan kiri – profil
·         Belakang kanan – frontal belakang
·         Depan tengah – seperempat
·         Depan kanan – tiga per empat
·         Tengah kiri – profil
·         Belakang kiri – seperempat
·         Belakang tengah – tiga per empat
Latihan ini juga perlu dilakukan secara berulang dengan berbagai kombinasi instruksi terkait area panggung dan posisi tubuh.
3.Latihan dikembangkan dengan memberikan instruksi yang berbeda kepada dua orang terkait area panggung dan posisi tubuh. Pertama yang dilakukan adalah membandingkan area panggung dan posisi tubuh antara dua orang pemeran.

·         Satu orang panggung tengah – satu orang depan kiri
·         Satu orang belakang kanan – satu orang depan kiri
·         Satu orang tengah kanan – satu orang belakang kiri
·         Satu orang depan kiri – satu orang tengah kanan
·         Satu orang tengah kiri – satu orang belakang kanan
Latihan dilakukan berulang dan setiap posisi bisa diperbandingkan dan dianalisis kelebihan dan kekurangannya baik dari sisi pemeran maupun penonton yang menyaksikan. Berikutnya adalah pengembangan posisi tubuh dan arah hadap pemeran di mana area yang digunakan adalah panggung tengah.
·         Satu orang seperempat hadap kanan – satu orang seperempat hadap kiri dan berhadap-hadapan
·         Satu orang frontal depan – satu orang tiga per empat kiri
·         Dua orang profil dan saling berhadapan
·         Dua orang profil dan saling membelakangi
·         Satu orang tiga per empat kanan – satu orang tiga per empat kiri saling berhadapan.
Latihan dilakukan berulang dengan beragam instruksi dan dapat dikembangkan dengan menempatkan pemeran di dua area panggung yang berbeda.
Pemahaman area panggung dan posisi tubuh seperti tertuang dalam latihan-latihan di atas sangat penting untuk meningkatkan efektifitas pergerakan pemeran di atas panggung dalam kaitannya dengan teknik muncul. Kemungkinan ruang dan arah gerak pemeran dengan demikian akan menjadi jelas dan jika dilakukan dengan luwes atau natural akan semakin mendukung laku lakon.
Arah tuju kemunculan pemeran dari belakang kanan bisa mencakup keseluruhan area panggung. Hal ini terjadi karena pemeran tersebut muncul dari area panggung belakang sehingga posisi tubuhnya memungkinkan menghadap penonton secara frontal depan, seperempat maupun profil. Hal sama juga terjadi jika pemeran muncul dari area panggung belakang kiri.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

MATERI AJAR GAMBAR BENTUK

 Oleh : Ridwan (guru Seni Budaya SMKN 7 Jakarta) Menggambar bentuk merupakan  cara menggambar dengan meniru  obyek dengan mengutamakan  kemi...